SUGENG RAWUH...
Blog ini tidak ada unsur-unsur apapun,apalagi yang sifatnya komersial,Sara,ataupun penghinaan & pelecehan kepada pihak lain.Blog ini dibuat dengan segala keterbatasan pengetahuan,jadi mohon maaf kalo memang ada posting-posting yang merupakan copyan dari blog lain,karena semuanya masih dalam taraf pembelajaran untuk menjadi lebih baik dikemudian hari. nuwun....(Joened_ebez).
Sabtu, 16 Januari 2010
PENTINGNYA MENGGUNAKAN MASKER
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan polusi udara perkotaan diperkirakan memberi kontribusi bagi 800.000 kematian setiap tahun. Bahkan, WHO dan American Thoracic (ATS) 2005 memaparkan polusi udara menimbulkan penyakit yang terkait respirasi (pernafasan) dan kardiovaskular, terganggunya aktivitas harian akibat sakit, gejala batuk, sesak dan infeksi saluran pernafasan, hingga terjadinya perubahan fisiologis seperti fungsi paru dan tekanan darah.
Tahukah Anda kalau penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI), acap timbul akibat polusi udara yang terhirup dalam jangka panjang tanpa disadari atau akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Gejalanya bisa dikenali dengan keluhan flu, batuk, suhu tubuh lebih dari 38,5 derajat celsius, serta sakit pada tenggorokan. Jika didiamkan, ISPA bisa berakibat fatal seperti penyakit paru obstruktif kronis gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, kanker, hingga kematian.
Asal tahu saja, di Indonesia kendaraan bermotor menjadi sumber utama polusi udara karena menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik. Misal, kadar timbal/Pb yang tinggi.
Menurut Bank Dunia, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di
Berangkat dari fakta dan dampak negatif polusi udara inilah, penggunaan masker menjadi sama penting layaknya sebuah helm bagi para pengendara motor. Soalnya, walau berdalih memakai helm penuh (full face helmet), hal tersebut tidak menjamin kebersihan udara yang dihirup karena partikulat yang sangat kecil masih bisa tetap masuk.
Solusi yang paling jitu, hanya dengan menggunakan masker, baik itu masker balaclava (model topeng) atau masker sederhana penutup hidung dan mulut. Hal ini disosialisasikan PT Medifarma Laboratories yang menggelar "Kampanye Udara Sehat Decolsin", pada 3 November lalu. Secara serentak dibagikan 400 masker gratis untuk para pengendara motor di 20 titik lokasi lampu merah di wilayah DKI Jakarta, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Total ada 8.000 masker yang dibagikan.
"Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menyadari pentingnya udara yang bersih dan sehat. Karena memperbaiki kualitas udara yang sudah terpolusi bukanlah suatu hal yang mudah, perlu dukungan, kesadaran dan konsistensi dari berbagai pihak," tutur Steffen Kurniawan, Product Manager Medifarma, dalam hal ini produk obat batuk dan flu, Decolsin.
Menurut dr Michael Rio, Medical Manager Medifarma, penggunaan masker haruslah rutin dan terus menerus saat membawa kendaraan bermotor, baik itu pengendara motor maupun mobil yang terbuka. "Masker membantu mengurangi dan mengantisipasi polutan yang terhirup masuk ke dalam saluran pernafasan. Batuk merupakan gangguan pernafasan yang selalu disertai flu dan pilek," terang dr Michael.
Penting untuk Anda ketahui, ada beberapa bahan kimia pencemar udara yang bersumber dari asap kendaraan bermotor dan industri/pabrik, dimana dampaknya sangat buruk untuk kesehatan. Sulfur Dioksida (SO), dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk. Karbon Monoksida (CO) dapat menyebabkan gangguan pada jantung berupa meningkatnya denyut jantung dan irama yang tidak teratur pada paru-paru berupa sesak napas dan juga adanya nyeri dada. Nitrogen Dioksida ( NO) bisa menyebabkan sulit bernapas dan lama kelamaan dapat terjadi pembengkakan pada paru-paru.
Oksidan dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, sesak napas sampai pembengkakan paru-paru. Sedangkan Hidrokarbon dapat menyebabkan luka pada sel paru-paru dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker. Khlorin dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan (batuk), radang paru-paru dan pembengkakan paru-paru. Partikulat debu dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan atas, radang paru-paru. Sementara Timbal dapat menyebabkan sakit perut, muntah, diare, sakit kepala, anemia, kejang,
Langganan:
Postingan (Atom)
